Tuntunan Sholat Lengkap dan Doa

5 0
Read Time:16 Minute, 6 Second

Shalat merupakan ibadah yang nomer satu dan harus dijaga serta diperhatikan betul setiap gerakannya. Berikut Step-by-step Tuntunan Sholat lengkap dan doa untuk pembaca.

Dalam satu riwayat dari Sayyidina Umar ra. dijelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Tidaklah dari setiap orang yang shalat kecuali di sebelah kanan dan kirinya terdapat malaikat. Ketika dia menyempurnakan shalatnya maka kedua malaikat itu pun membawanya ke langit. Namun, apabila tidak menyempurnakan shalatnya maka shalatnya akan dipukulkan ke wajahnya.[1]

Berikut tata cara sholat Lengkap dan Doa sesuai urutan pekerjaannya

1. Berdiri menghadap arah kiblat

Berdiri wajib dilakukan oleh orang yang mampu. Jika tidak mampu berdiri maka ia boleh melakukannya dengan duduk. Jika tidak mampu duduk, boleh dengan cara tidur miring. Jika tidak mampu tidur miring, boleh dengan tidur telentang. Jika tidak kuat lagi, boleh dengan hanya berisyarat menggunakan mata. Jika tidak mampu, maka jalan terakhir cukup melalui suara hati.[2] Hal ini dikarenakan shalat wajib itu harus selalu dilakukan selama akal masih sadar serta nyawa masih ada dalam raga.

2. Dianjurkan melakukan shalat dengan cara berjamaah.

Berjamaah adalah kesunahan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan (sunnah muakkadah). Dalam satu riwayat dari sahabat Ibnu Abbas ra. bahwa beliau pernah ditanya mengenai seseorang yang berpuasa pada siang hari dan melakukan ibadah pada malam hari, tetapi tidak mau melakukan shalat jamaah dan Jumat. Beliau pun menjawab, “Orang itu akan masuk ke neraka”.[3]

3. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud dan membuka kedua mata

Hal ini dilakukan sampai selesai shalat kecuali ketika mengangkat telunjuk pada saat mengucapkan lafazh اِلَّا اللهُ  dalam Tahiyat awal dan Tahiyat akhir, maka disunahkan melirik pada jari telunjuk.[4]

Mengarahkan pandangan ke tempat sujud adalah hal yang harus diperhatikan. Hal itu merupakan bentuk pengagungan ketika menghadap Allah. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Dzarrin ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Allah akan selalu menghadap (memberi pahala) ke hambanya ketika melakukan shalat selagi dia tidak memalingkan kepalanya. Akan tetapi, apabila dia memalingkan wajahnya ke arah lain, maka Allah akan berpaling dari hamba itu’’.[5]

 4. Membaca lafadz niat shalat

أُصَلَّيْ فَرْضَ (الْظُهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ) مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا أَوْ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Lafadz niat di atas disesuaikan dengan shalat yang akan dilaksanakan, niat-niat dan bacaan seputar sholat bisa dilihat di Bacaan Sholat Lengkap. [6]

5. Takbiratul ihram dengan mengangkat tangan dan berniat dalam hati untuk melakukan shalat. Berikut tatacaranya:

  • Mengangkat dua tangan bersamaan dengan mengucapkan kata (اَللهُ أَكْبَرُ).
  • Membaca lafadz takbir sekiranya bisa didengar diri
  • Tidak membaca panjang Hamzah dan Ba’nya lafazh (أَكْبَرُ)
  • Tidak membaca Hamzah الله   melebihi 7 alif.
  • Membaca takbir ketika posisi menghadap ke kiblat.
  • Praktek mengangkat tangan yaitu:
  • Memulai meng-angkat tangan bersamaan Hamzah pertama lafadz الله اكبر
  • Agak merenggangkan jari-jari tangan
  • Posisi telapak tangan lurus dengan pundak (1).
  • Posisi ibu jari dan telunjuk lurus dengan ujung telinga (2).
  • Jari-jari tangan agak direnggangkan (3).
  • Ujung jari-jari dihadapkan ke arah kiblat (4).[7]
  • Akhir takbir bersamaan dengan meletakkan kedua tangan.
  • 6. Bersedekap dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri

Praktek paling utama yaitu dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, kemudian pergelangan tangan kiri digenggam dengan ibu jari, jari manis dan jari kelingking tangan kanan, sedangkan jari telunjuk dan jari tengah dilepas memanjang ke arah lengan.[8]

7. Diam sejenak sebagai pemisah antara bacaan takbir dan doa iftitah

8. Membaca doa Iftitah.

Doa iftitah dibaca sebelum membaca taawwudz di semua shalat selain shalat jenazah.

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ، إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ الَّسَمٰوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفَا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيْنَ

9. Diam sejenak sebagai pemisah antara bacaan doa iftitah dan tawwudz

.

10. Membaca Taawwudz.

  • Taawwudz dibaca sebelum membaca al-Fatihah di setiap rakaat dengan suara lirih terutama pada rakaat ketiga dan keempat

Adapun bacaan taawwudz yaitu :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

11. Diam sejenak sebagai pemisah antara bacaan taawwudz dan al-Fatihah.

12. Membaca surah al-Fatihah

  • Membaca sekiranya bisa didengar oleh diri sendiri dan tidak mengganggu orang lain.
  • Membaca setiap huruf dengan bacaan yang benar sesuai dengan tuntunan tajwid.
  • Tidak memisah setiap ayat dengan durasi waktu melebihi kadar bernafas.
  • Membaca sesuai dengan urutan yang ada di dalam al-Fatihah.
  • Mengeraskan suara bacaan al-Fatihah di dua rakaat awal shalat yang dilaksanakan di malam hari bagi selain makmum.
  • Memelankan suara bacaan al-Fatihah di dua rakaat akhir dan di setiap rakaat shalat yang dilaksanakan pada siang hari.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ * الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ * اَلرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ * إِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيْمِ* صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الَمغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ * آمين

13. Diam sejenak sebagai pemisah antara al-Fatihah dan membaca “Amin”

.

14. Membaca “Amin” dengan suara keras di dua rakaat awal shalat yang dilaksanakan malam hari bagi makmum, imam, atau orang yang shalat sendirian

15. Diam sejenak sebagai pemisah antara amin dan surat.

Berbeda jika menjadi imam, maka diam agak lama dengan tujuan memberi kesempatan makmum membaca fatihah.

16. Membaca surah al-Quran.

Untuk ketentuan pembacaan surah tergantung shalat yang dikerjakan; untuk Subuh membaca surah yang paling panjang, yaitu mulai dari al-Hujurat sampai an-Naba’ (Amma), Dzuhur lebih pendek dari Subuh, Ashar dan Isya’ tengah-tengah yaitu mulai dari  an-Naba’ sampai adl-Dluha, dan untuk Maghrib membaca surah yang pendek yaitu mulai dari adl-Dluha sampai an-Nas.

17. Diam sejenak sebagai pemisah antara surah dan takbir rukuk.

18. Takbir untuk rukuk sambil mengangkat kedua tangan.

Cara Mengangkat Tangan Ketika Hendak Rukuk :

  • Mengangkat tangan dimulai saat takbir diucapkan.
  • Ketika tangan telah lurus dengan pundak barulah mulai menundukkan badan untuk rukuk.
  • Memanjangkan bacaan Lam jalalah mulai dari mengangkat tangan sampai rukuk secara sempurna.

19. Rukuk disertai Tuma`ninah (diam) dengan membaca tasbih.

Praktek Rukuk yaitu: 

  • Punggung membungkuk dalam keadaan datar lurus antara pinggul dengan leher.
  • Dua telapak tangan diletakkan pada lu-tut dan jari-jari agak direnggangkan, sedang ujungnya menghadap ke bawah.
  • Mata dalam posisi terbuka dengan pandangan ke arah tempat sujud
  • Menegakkan betis dan paha.
  • Merenggankan dua kaki jarak satu jengkal.
  • Merenggangkan antara siku dan lambung beserta merenggangkan perut dan paha.
  • Posisi kepala tidak terlalu menunduk ke bawah.

Mengenai kesempurnaan rukuk dalam satu hadis dari Abu Abdillah al-Asyari t, bahwa Rasulullah r pernah melihat seorang lelaki tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya, kemudian Rasulullah r pun bersabda: “Andaikata lelaki ini mati, niscaya dia mati dalam keadaan tidak mengikuti agama Nabi Muhammad”.[9]

Bacaan tasbih dalam rukuk

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ   3 ×

20. Membaca Tasmi` untuk I`tidal seraya mengangkat kedua tangan.

  • Cara mengangkat tangan untuk i’tidal sama seperti dalam takbiratul ihram.
  • Tangan diangkat pada saat memulai mengangkat kepala untuk i’tidal.
  • Memanjangkan bacaan Lam Jalalah sampai posisi berdiri tegak lurus.
  • Ketika posisi tegak lurus maka tangan diturunkan.

Lafazh tasmi` untuk i`tidal.

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

21. I’tidal serta tuma’ninah

disertai membaca doa.

Praktik i’tidal adalah dengan menegakkan seluruh anggota badan.

  • Berdiri tegak lurus.
  • Tidak boleh diam terlalu lama melebihi dari durasi bacaan yang telah disunahkan dalam i’tidal atau bacan al-Fatihah kecuali untuk melakukan qunut.
  • Posisi tangan terlepas turun, tanpa dilambaikan.

Doa yang dibaca dalam i`tidal.

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءُ اْلأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

22. Membaca qunut dalam itidal pada raka`at ter-akhir shalat subuh.

Praktik sempurna dalam melakukan qunut adalah dengan mengangkat kedua tangan dan membiarkan kedua telapak tangan dalam keadaan terbuka dan dirapatkan.

Bacaan Doa Qunut.[10]

اَلَّلهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍالنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

23. Takbir untuk sujud tanpa mengangkat tangan.

Praktik turun untuk melakukan sujud:

  • Meletakkan dua lutut terlebih dahulu.
  • Kemudian kedua tangan.
  • Disusul dengan dahi dan hidung secara bersama.

24. Sujud 2 kali serta tuma`ninah

disertai membaca tasbih

Praktik sujud

  • Meletakkan se-luruh anggota sujud berikut:
  • Semua perut jari-jari kaki.
  • Kedua lutut
  • Kedua tangan
  • Dahi beserta hidung.
  •  Bacaan tasbih dalam sujudDahi dalam keadaan terbuka.
  • Tidak sujud pada pakaian menyambung dengan orang shalat dan bergerak saat ia bergerak.
  • Meletakkan dahi dengan agak ditekan.
  • Telapak tangan terbuka dan disentuhkan ke lantai.
  • Merapatkan jari-jari tangan.
  • Menghadapkan ujung jari-jari tangan ke arah kiblat.
  • Merenggangkan siku dari lambung dan juga perut dari paha bagi laki-laki. Adapun bagi perempuan maka berhukum sebaliknya.
  • Dua kaki direnggangkan perkiraan satu jengkal, begitu juga dua lutut.
  • Menegakkan dua kaki seraya menghadapkan ujung jari kaki ke arah kiblat.
  • Posisi telapak tangan lurus dengan pundak.
  • Kaki dan tangan dalam keadaan terbuka (tidak memakai sarung tangan atau kaos kaki dll).
  • Mata dalam keadaan terbuka.

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ  ٣ ×

25. Takbir untuk duduk di antara dua sujud tanpa meng-angkat tangan.

26. Duduk di antara dua sujud serta tuhma`ninah dan membaca doa

Praktik duduk di antara dua sujud adalah duduk iftirosy yaitu

  • Menempatkan pantat sebelah kiri di atas te-lapak kaki kiri.
  • Menegakkan telapak kaki kanan, serta menekuk jari-jarinya untuk dihadapkan ke arah kiblat
  • Badan dalam keadaan tegak lurus (tidak menunduk).
    buka dan jari-jari ujungnya menghadap ke arah kiblat.
    Tangan diletakkan di atas paha dan ujung jari-jari lurus dengan lutut.
  • Tangan dalam keadaan tergenggam
  • Durasi waktu tidak melebihi bacaan yang telah disunahkan atau paling sedikitnya bacaan tasyahhud.

Doa yang dibaca dalam duduk di antara Dua Sujud

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

27. Melakukan duduk istirahat pada rakaat ke-1 dan 3 dengan ketentuan:

  • Dilakukan setelah sujud kedua.
  • Duduk yang digunakan adalah duduk iftirosy.
  • Durasi yang digunakan tidak melebihi kadar pelaksaan duduk di antara dua sujud.

28. Takbir saat bangun dari sujud untuk berdiri beserta memanjangkan Lam Jalalah hingga tubuh tegak berdiri.

29. Duduk Tahiyat awal dengan membaca Tasyhahhud awal.

Praktek yang sempurna dalam duduk Tahiyat awal ialah duduk dengan cara iftirosy. Hanya saja jari-jari tangan kanan dibuat mengenggam.

Bacaan dalam tasyahhud awal

اَلتَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصُّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَأَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ  اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Catatan: Dalam tahiyat awal atau akhir disunahkan berisyarat dengan jari telunjuk tangan kanan bersamaan dengan lafadz الله dalam kalimat  أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ

30. Baca takbir dan mengangkat kedua tangan pada saat hendak berdiri dari tahiyyat awal:

  • Bacaan takbir dimulai dari sejak ingin berdiri.
  • Mengangkat tangan dimulai saat mencapai batas minimal rukuk.
  • Memanjangkan bacaan Lam Jalalah dengan akhir takbir sampai badan tegak lurus.

31. Duduk tahiyyat akhir dengan cara duduk tawarruk, serta membaca doa tasyhahhud akhir. Adapun cara duduk tawarruk adalah:

  • Duduk dengan cara memasuk-kan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan
  • Menempelkan pantat kiri ke tempat duduk.
  • Adapun posisi tangan dalam tasyahhud akhir sama dengan tasyahhud awal.Menegakkan ser-ta menekuk jari-jari kaki kanan untuk dihadapkan ke arah kiblat.

Bacaan dalam tasyahhud akhir

التَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ للهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إلَّا اللهُ وَأَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ  اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ، فِى اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Doa setelah bacaan tasyahhud akhir

اَلَّلهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ اْلمُقَدِّمُ وَاَنْتَ اْلمُؤَخِّرُ لَاإِلَهَ إِلَّا أَنْتَ  اَلَّلهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَمِنْ عَذَابَ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ  اْلمَحْيَا وَاْلمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْلِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدَكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ اَنْتَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، يَا مُقَلِّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

32. Salam

Praktek salam yang sempurna adalah: 

  • Menoleh ke arah kanan dan kiri sekiranya pipi bisa dilihat oleh orang yang di belakang.
  • Menoleh ke arah kanan dimulai saat membaca mim lafazh (عَلَيْكُمْ, dan menyelesaikan salam saat menoleh ke arah kanan dengan sempurna. Begitu pula ketika menoleh ke arah kiri.
  • menoleh ke kanan. Harus menjaga posisi dada agar tetap menghadap ke arah kiblat, saat salam.
  • Tidak membaca salam dengan panjang.
  • Niat keluar shalat saat salam pertama.
  • Memisah antara salam pertama dengan salam kedua perkiraan membaca (سُبْحَانَ اللهِ).
  • Bertujuan mengucapkan salam pada malaikat dan orang mu’min, baik dari kalangan manusia atau jin.
  • Bertujuan menjawab salam imam di salah satu salam yang diucapkan.

Bacaan salam

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

 Bacaan doa setelah salam pertama

أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ

Bacaan doa setelah salam kedua

أَسْأَلُكَ النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ اْلحِسَابِ

[1] HR. Imam Dailami 4/29 NO.6091, Ibnul Jauzi dalam kitab al-Ilal Mutanahiyah 1/443 NO.755.

[2] Busyral karim hal 167 Dar kutub al islamiyah.

[3] HR. Imam Turmudzi

[4] Busyral karim hal 184 Dar kutub al-Islamiyah.

[5] HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Khuzaimah di kitab shahihnya dan Hakim

[6] Hal 44

[7] Raudlotut Talibin juz 1 hal 231 syamilah.

[8] Kaifiyatu as-Shalah, hal 11

[9] HR. Imam Thabrani dengan sanad yang Hasan dan Abu Huzaimah dalam Shahihnya.

[10] Bagi selain makmum, do’a qunut dibaca dengan lantang mulai awal sampai akhir meskipun lafazh pujian.

Mampir ke sini: annajahsidogiri.id

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
50 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Tuntunan Sholat Lengkap dan Doa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Doa Sholat Dhuha Lengkap

Doa Sholat Dhuha Lengkap Di antara Sholat yang tidak pernah ditinggalkan oleh Sayyidina Abu Hurairah adalah Sholat Dhuha. Hal itu tak lain karena beliau pernah dipesan oleh Rasulullah saw. agar tidak meninggalkan sholat tersebut. Di sini kami menyajikan Doa Sholat Dhuha lengkap sesuai dengan yang datang dari Rasulullah saw. Selain […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: