Tata Cara Sholat Jamak

5 0
Read Time:2 Minute, 50 Second

Shalat jamak ialah mengumpulkan dua shalat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu shalat. Shalat yang boleh dijamak adalah shalat dhuhur dengan ashar dan magrib dengan isya’. Berikut penjelasan dan Tata cara sholat jamak.

Shalat jamak ada 2 (dua) macam :

Jamak Taqdim

ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya dhuhur atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktu maghrib.

  • Jama’ taqdim adalah mengumpulkan shalat yang kedua pada waktu shalat Semisal, shalat Zhuhur akan dijama’ dengan Ashar, maka shalat Ashar dikerjakan pada waktu shalat Zhuhur, atau shalat Maghrib dengan Isya’ maka shalat isya’nya dikerjakan pada waktu Magrib.

Jamak Takhir

ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya shalat ashar atau melakukan shalat magrib dan isya’ pada waktunya shalat isya’.

  • Jamak takhir adalah mengumpulkan shalat yang pertama pada waktu shalat kedua. Semisal, shalat Zhuhur dan Ashar, maka shalat zhuhurnya dikerjakan pada waktu shalat Ashar atau shalat Maghrib dengan Isya’, maka shalat Magrib dikerjakan pada waktu shalat Isya’.

Syarat-syarat Jamak Taqdim Ada 5 (lima) ;

      1.   Tertib. Artinya, harus mendahulukan shalat yang punya waktu terlebuh dahulu, yaitu Zuhur dan Maghrib. Contohnya, jika shalat yang dijamak adalah Zuhur dan Asar maka harus mengerjakan shalat Zuhur terlebih dahulu kemudian shalat Asar. Demikian pula, shalat Maghrib terlebih dahulu, kemudian shalat Isya’, bila menjamak shalat Maghrib dan Isya’.
    1.   Niat jamak dilakukan pada waktu shalat yang pertama, meskipun bersamaan dengan salam. Semisal menjamak Zuhur dan Asar, maka niat jamaknya harus dilakukan pada waktu shalat Zuhur, sebelum salam. Akan tetapi, yang lebih utama niat dilakukan ketika takbiratul ihram dalam shalat yang pertama.

3.   Muwalah (segera melaksanakan shalat yang kedua). Artinya, setelah selesai mengerjakan shalat yang pertama dia harus segera mengerjakan shalat yang kedua.

4.   Masih berstatus musafir sampai sempurnanya takbiratul ihram shalat yang kedua. Maksudnya, orang yang melakukan jamak takdim disyaratkan dawâm al-safar (tetap dalam perjalanan) sampai dia selesai melakukan shalat yang kedua.

5.   Ada dugaan kuat bahwa shalat yang pertama sah, sehingga tidak boleh melakukan jamak takdim jika shalat yang pertama dihukumi batal.

Syarat-syarat Jamak Takhir Ada Dua (2) ;

  1. Niat jamak takhir dilakukan dalam waktunya shalat yang pertama.
  2. Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan.

Tata Cara Sholat Jamak Ada Dua.

Tata cara sholat jamak yang Pertama, shalat jamak yang dilakukan secara tam (sempurna). Misalnya dalam shalat Zhuhur dan shalat Asar, maka masing-masing dari Zhuhur dan Asar dikerjakan empat rakaat.

Kedua, shalat jamak yang dilakukan secara tidak sempurna atau Qasar, baik kedunya atau salah satunya. Model inilah yang disebut dengan shalat jamak ma’a al-qashr. Shalat seperti ini hukumnya boleh, bahkan bisa wajib, seperti orang yang niat jamak ta’khir, sementara waktu yang kedua hanya cukup untuk melakukan shalat empat rakaat. Orang tersebut harus melakukan jamak, sedangkan rakaatnya di-Qasar (jamak ma’a al-qasar)

Sholat Jamak  plus Qasar

Sebenarnya dalam kitab-kitab fiqih tidak ada yang menjelaskan tentang shalat jamak ma’a al-qasar secara tersendiri, karena memang shalat model ini adalah shalat jamak yang di-qasar.

Maka sholat yang dijamak plus Qoshor dilakukan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. Semisal Syarif bepergian dari Surabaya ke Jakarta. Di tengah perjalanan Syarif menjamak shalat Dhuhur dengan sholat Ashar dengan cara jamak taqdim (dilakukan di waktu yang pertama). Selain itu, Syarif juga ingin melakukan rukhsah (keringanana) karena bepergian, yaitu Qasar–karena hukum mengambil rukhsah adalah sunnah–maka Syarif melakukan sholat dhuhur 2 rakaat, kemudian langsung dilanjutkan dengan sholat Ashar 2 rakaat. Untuk niatnya bisa dilihat di: Niat Sholat Jamak Qoshor.

Sekian, semoga bermanfaat!

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
50 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Menjawab Adzan Saat Sholat

Pada mulanya, hukum menjawab adzan adalah sunah. Sebagaimana telah disepakati oleh para Imam Mazhab. Lalu bagaimana hukum menjawab adzan saat sholat, apakah masih disunahkan? Berikut kami sajikan dalam bentuk deskripsi masalah beserta jawaban dan ibaratnya. Deskripsi Masalah Cak Siroj adalah Santri yang tak pernah lepas dari menjawab Adzan yang dikumandangkan […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: